Penjabat Bupati Purwakarta Naikan Status Bencana Tegalwaru Jadi Tanggap Darurat

  • 17 Januari 2024 16:11
  • Administrator
  • 86 Membaca
Penjabat Bupati Purwakarta Naikan Status Bencana Tegalwaru Jadi Tanggap Darurat

Berdasarkan hasil mitigasi bersama Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG) pada bencana longsor yang terjadi di Gunung Anaga Desa Cisarua dan Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru. Penjabat Bupati Purwakarta, Benni Irwan menaikan status kondisi tersebut dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Status tanggap darurat adalah keadaan ketika ancaman bencana benar-benar terjadi dan telah mengganggu kehidupan dan penghidupan sekelompok orang atau masyarakat.

Oleh karena itu, jajaran Pemkab Purwakarta akan terus mengupayakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsian dan pemulihan sarana prasarana.

Benni juga mengimbau agar warga yang terdampak bencana agar tidak kembali dulu ke rumah yang terkena dampak. "Kita juga mendapatkan pemaparan BPVMBG. Dalam paparan tersebut diurai tentang kondisi sekarang dan potensi kondisi di wilayah itu dan longsor di wilayah yang lain," kata Benni Irwan, di Aula Janaka, Rabu 17 Januari 2024.

Dalam kesimpulannya Benni Irwan juga menambahkan jika intensitas hujan tinggi atau sama dengan hujan yang terjadi di tanggal 4 Januari lalu maka akan potensi terjadi longsor susulan terutama di wilayah yang longsor saat ini yaitu di sekitar Desa Sukamulya, ada di zona kuning. Jika hujannya kuat diperkirakan akan terjadi longsor susulan yang kemungkinan potensinya lebih besar dampaknya daripada yang sekarang.

"Sementara untuk di Pasir Muncang berdasarkan observasi yang dilakukan, jika hujannya besar intensitasnya atau sama seperti dengan hujan yang lalu, di Pasir Muncang itu juga akan potensi longsor baru," ujar Benni.

Ia menyampaikan rekomendasi untuk masyarakat setempat. Pertama agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, hal tersebut disampaikan kepada Kades, Camat dan perwakilan masyarakat agar selalu saling mengingatkan.

Berikutnya di lokasi wilayah zona kuning yang berdasarkan observasi tersebut agar direkomendasikan agar dibahas soal relokasi permanen. Sementara di tempat relokasi sementara ini pihaknya Ingin memastikan seluruh masyarakat yang ada di wilayah lokasi zona kuning agar tidak berada di wilayah tersebut.

"Kita persilakan ke pengungsian atau ke tempat lain yang lebih aman. Jika masih ada yang masih di sana atau yang masih sering ke lokasi bencana agar terus diingatkan," kata Benni.

Berdasarkan rekomendasi tersebut ia berharap warga juga bisa melihat situasi jika potensi hujan tinggi maka segera kembali ke pengungsian atau ke tempat yang lebih aman.

"Jumlah KK di wilayah zona kuning terdapat 210 KK dengan rincian Desa Sukamulya 142 KK, dan desa Cisarua 68 KK, berdasarkan usulan dari perwakilan masyarakat dan pemerintah desa kami akan mengkaji ulang tentang status dengan status yang telah di tingkatkan menjadi tanggap tersebut, sementara upaya lebih lanjut akan melakukan intervensi seperti menyiapkan lokasi atau hunian sementara yang lebih representative untuk masyarakat di pengungsian," kata Benni.

Benni Irwan menambahkan, setelah status tersebut ditetapkan sesuai dengan aturan, tentu ada tahapan-tahapan yang bisa dilakukan sesuai dengan status tersebut. "Kita akan komunikasi lebih intens dengan BPBD Provinsi kita juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BNPB, karena perlu dukungan penuh support dari kedua lembaga tersebut. Kondisi seperti ini tentunya kita semua juga sangat mengharapkan bantuan dukungan dari berbagai pihak," demikian Benni Irwan. (Diskominfo)

Bagikan

Apakah Anda Memiliki Pertanyaan?

Kami akan membantu Anda dalam 24/7
Hubungi Kami