Berita

Jelang Lebaran, Ini Pembatasan Bepergian Bagi ASN Purwakarta

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengeluarkan surat edaran bernomor 2443.1/1128/BKPSDM tentang pembatasan bepergian ke luar daerah berupa cuti dan mudik bagi ASN Purwakarta. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, ASN Purwakarta mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021 dilarang melakukan perjalanan ke luar daerah alias mudik dan pihaknya pun bakal menyesuaikan apabila ada kebijakan baru dari pemerintah pusat. Hal itu pun berlaku saat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terbaru pelarangan mudik yang dimulai hari ini sampai 24 Mei 2021. "Langkah teknisnya, pengendalian pemudik dari atau ke Purwakarta. Melalui Dishub kami bentuk tim pengamanan angkutan lebaran. Kami bakal sinergi dengan TNI-Polri dengan membangun pos penyekatan di beberapa pintu masuk atau keluar Purwakarta," kata Ambu Anne, Jumat (23/4). Sementara, Kepala BKPSDM Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna  mengatakan, surat edaran pembatasan bepergian bagi ASN Purwakarta selama Ramadan dan Idul Fitri 2021 sudah ditandatangani Bupati Purwakarta. Menurutnya, ada sanksi bagi ASN yang melanggar, Asep menegaskan akan ada sanksi mulai ringan sampai berat. "Mereka akan kami kurangi TKD sebesar 0,4 persen per hari ketika tak masuk. Sehingga nanti itu teknisnya misal hari ini lebaran. Nah besok sudah langsung masuk kerja. Jadi, kami bisa cek satu per satu yang tak hadir. Aturan itu sudah masuk dalam aturan bupati," demikian Asep Supriatna. (*)     Foto : Net/ ASN Purwakarta

Read More

Ecobrick Jadi Solusi Pembelajaran Selama Pandemi

Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, menggulirkan kebijakan pelajar wajib mengumpulkan sampah plastik. Sampah tersebut, bisa dimanfaatkan untuk membuat benda bernilai ekonomis. Salah satunya, kursi ecobrick. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihaknya mendesain pembelajaran buat siswa. Selain, pembelajaran dengan sistem luring dan daring, ada juga pembelajaran pembuatan ecobrick. "Kegiatan ini, merupakan upaya kita dalam mendesain pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)," ujar Purwanto, Rabu (21/4/2021). Dalam pembelajaran itu, anak-anak dituntut harus menghasilkan produk yang bermanfaat, baik untuk diri dan lingkungannya. Selain itu, mereka juga harus belajar memecahkan masalah (problem solving), yang ada dalam diri dan lingkungannya. Salah satunya, masalah sampah plastik. Selama ini, lanjut Purwanto, pendidikan di Indonesia sudah terlalu lama menjauhkan pembelajaran dari konteks masalah kehidupan. Karenanya, perlu ada terobosan pembelajaran yang berorientasi pada potensi dan masalah yang ada di sekelilingnya. Karenanya, selama pandemi Covid-19 ini, anak-anak di Purwakarta mengikuti pembelajaran pembuatan ecobrick. Salah satunya, dibuat menjadi kursi dan meja. Ecobrick tersebut, bahan utamanya adalah sampah plastik.  Kebijakan pembelajaran ini, lanjutnya, sudah diterapkan disejumlah sekolah. Bahkan, kedepan akan diperluas lagi. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang tak memiliki mebeler, bisa memanfaatkan ecobrick untuk dijadikan kursi dan meja pengganti mebeler yang biasa digunakan sekolah. Sehingga, dari pembelajaran ini, anak-anak bisa mendapatkan ilmu pokok, seperti pelajaran matematika, Bahasa Indonesia dan lainnya. Tak hanya itu, mereka juga akan memiliki ketrampilan lain, yakni membuat kursi ecobrick. "Ilmunya dapat, lingkungan juga bisa terbebas dari sampah plastik yang saat ini kondisinya sudah cukup memprihatinkan," ujar Purwanto. Purwanto menjelaskan, untuk membuat satu botol ecobrick ukuran 1,5 liter dibutuhkan sampah plastik minimalnya dua karung plastik. Jika dalam satu kursi, dibutuhkan minimalnya 10 botol, maka berapa karung sampah plastik akan terserap. Dengan begitu, lingkungan bisa terbebas dari sampah plastik, jika kebijakan ini bisa dijalankan dengan paripurna. Selain itu, dengan menggunakan kursi ekobrick ini, keuntungan lain dari ecobrick ini sekolah bisa menghemat biaya. Termasuk, biaya dari APBD untuk pengadaan mebeler. Bahkan, kursi ecobrick ini bisa tahan sampai 100 tahun yang akan datang. (*)

Read More

Spirit Kemandirian Kartini untuk Melanjutkan Purwakarta Istimewa

Raden Ajeng Kartini mempunyai peran yang besar bagi sejarah kemandirian perempuan Indonesia. Hingga kini, spiritnya masih bisa dirasakan untuk memupuk kemandirian perempuan di segala lini kehidupan, sehingga banyak perempuan masa kini mampu berkontribusi pada kemajuan dan pembangunan bangsa di semua tingkatan. Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada peringatan Hari Kartini pada Rabu, 21 April 2021 di Bale Sawala Yudhistira, Komplek Pemkab Purwakarta. "Semangat kemandirian dari Kartini inilah yang harus tetap dimiliki oleh para perempuan-perempuan di Kabupaten Purwakarta. Termasuk diri saya tentunya. Yang harus tetap menjaga dan melanjutkan agar purwakarta tetap istimewa," ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu. Ia berharap kemandirian Kartini yang telah mencetak sejarah dengan segala perjuangannya yang luar biasa bisa menjadi inspirasi semua perempuan-perempuan di Purwakarta. "Jangan sampai peringatan hari kartini yang dilakukan setiap tahun hanya menumpuk kebaya dan mengeluarkan banyak biaya untuk make up saja," tuturnya. Ambu Anne juga mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada Kang Dedi Mulyadi. Sang suami yang telah membentuk karakter kepemimpinannya dari Neng Anne menjadi Ambu Anne. "Terimakasih Ayah, meski terkadang kita tidak sejalan, namun kita tetap satu tujuan, menuju Purwakarta Istimewa," kata Ambu Anne. Pada peringatan Hari Kartini yang dirangkai dengan launching buku Ambu Anne Ratna Mustika; Melanjutkan Purwakarta Istimewa itu. Pemkab Purwakarta juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perempuan di Kabupaten Purwakarta yang kehidupannya menginspirasi masyarakat untuk dapat terus  bertahan dan berkembang dimasa pandemi yang belum usai ini. (*)

Read More

Ratusan Koperasi di Purwakarta Berstatus Aktif dan Sehat

600 dari 780 unit Koperasi di Purwakarta dinyatakan aktif dan sehat.  Sisanya dinyatakan dalam kondisi tidak sehat atau tidak aktif. Oleh karena itu, Pemkab Purwakarta terus berupaya mendorong koperasi yang ada di wilayah tersebut bisa terus aktif dan sehat. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, hari ini ada pelatihan bagi pengelola koperasi. Yang mengikuti pelatihan ini, perwakilan dari 80 koperasi. Pelatihannya dibagi dua sesi. Yakni, masing-masing 40 peserta. "Kami berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan SDM pengelola koperasi. Sehingga, manajerial lembaga tersebut jauh lebih baik lagi," ujar Anne, di lokasi pelatihan di Hotel Ciwareng Inn, Selasa (20/4/2021). Menurutnya, koperasi merupakan komponen penting dalam tatanan perekonomian masyarakat. Bahkan, bisa dibilang sebagai soko guru kekuatan ekonomi. Karenanya, koperasi yang ada di Indonesia, termasuk Purwakarta harus dalam kondisi sehat. Jika satu wilayah, koperasinya sehat maka nantinya bisa menjadi tolak ukur dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Minimalnya para anggotanya. Mengingat, anggota koperasi ini merupakan bagian dari lapisan masyarakat yang ada. "Koperasi yang tetap eksis di Purwakarta, jika dipersentasekan mencapai 76,9 persen. Cukup bagus. Namun, akan terus kita dorong supaya yang sehat lebih banyak lagi," ujar Anne. Tak hanya itu, pihaknya juga terus mendorong supaya eksistensi koperasi ditengah-tengah masyarakat bisa dirasakan. Sejauh ini, BUMD dan BUMN yang ada di Purwakarta semua sudah membentuk koperasi. Selanjutnya, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Purwakarta, targetnya harus bisa membentuk koperasi kelompok usaha masyarakat. Sehingga, nanti kelompok usaha di masyarakat itu mempunyai satu wadah dalam meningkatkan bidang usahanya. "Bahkan, cakupannya bisa lebih luas lagi. Sehingga, dampaknya akan perekonomian akan sangat terasa," demikian Ambu Anne. (*)

Read More

e-Perda, Efektivitas Layanan Perda

Pemerintah Kabupaten Purwakarta ikuti peluncuran aplikasi e-Perda yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Aplikasi e-Perda merupakan wadah konsultasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan pemerintah pusat terkait perancangan peraturan daerah (Perda). Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sangat mendukung hadirnya e-Perda sebagai satu inovasi penting di Indonesia. "Dalam prinsipnya kita sangat mendukung dan berterima kasih, dengan adanya aplikasi e-Perda, akan lebih memudahkan pekerjaan kita sehari-hari," ujar Ambu Anne ditemui mengikuti launching e-Perda, secara virtual, belum lama ini. Ia menjelaskan tujuan dari hadirnya aplikasi e-Perda yakni guna memproses penentuan pembentukan perundang-undangan yang ada di daerah agar lebih efektif, efisien dan terintegrasi dengan Pemerintah Pusat. "Dengan adanya e-Perda ini diharapkan kedepannya tidak ada Perda yang tumpang tindih," ujarnya. Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Akmal Malik mengatakan aplikasi e-Perda hadir untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien. "e-Perda hadir untuk melakukan segala hal, agar kita bisa menghadirkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien," kata Akmal. Aplikasi e-Perda adalah sebuah inovasi dan terobosan yang dilahirkan Kemendagri melalui Ditjen Otda untuk menyediakan aplikasi layanan berbasis digital bagi pemerintah daerah secara tematik untuk meningkatkan dan mendayagunakan kecepatan teknologi, informasi dan komunikasi dalam hal fasilitasi dan koordinasi seluruh rancangan produk hukum daerah. Tujuannya agar produk hukum itu sejalan dan harmonis dengan peraturan perundang-undangan serta kebijakan pembangunan nasional yang telah ditetapkan Pemerintah. "e-Perda ini juga salah satu bentuk dari jawaban kami, untuk pelayanan yang lebih cepat, dan lebih murah, kami berharap ke depan mudah-mudahan kolaboratif governance yang kita coba galang ke depan, akan bisa kita aplikasikan dengan baik," demikian Kamal. (*)

Read More

Artikel Terbaru